Dalam kegiatan Sharing Session IAI #3, Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Bali berkesempatan memperkenalkan profil organisasi melalui pemaparan yang disampaikan oleh Putri Saraswati Aryawan, S.ArsL. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperluas pemahaman peserta mengenai keberadaan, peran, serta arah pengembangan IALI Bali sebagai organisasi profesi arsitek lanskap di tingkat provinsi. Melalui penyampaian materi yang ringkas namun komprehensif, peserta diajak mengenal lebih dekat perjalanan organisasi, struktur kepengurusan, visi, dan kontribusi IALI Bali dalam mendukung pengembangan profesi arsitek lanskap di Bali. Materi yang dipaparkan menegaskan bahwa keberadaan organisasi profesi tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpun, tetapi juga sebagai ruang penguatan kapasitas, kolaborasi, dan advokasi profesi.
Dalam presentasinya, Putri Saraswati Aryawan menjelaskan bahwa IALI atau Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia, yang juga dikenal di forum internasional sebagai Indonesia Society of Landscape Architects (ISLA), didirikan pada 4 Februari 1978 di Jakarta. Pembentukan IALI dilatarbelakangi oleh semakin besarnya kebutuhan terhadap peran dan kontribusi arsitek lanskap dalam penataan dan pembangunan lanskap, khususnya pada lingkungan pertamanan. Sejak awal pendiriannya, IALI juga telah menyatakan bergabung dengan International Federation of Landscape Architects (IFLA), yang menunjukkan keterhubungan organisasi ini dengan jejaring profesi internasional. Dalam pemaparannya juga disampaikan bahwa hingga saat ini IALI telah memiliki pengurus provinsi di 19 provinsi, serta didukung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi P3, yaitu PT LSP SARLINDO yang berkedudukan di Jakarta. Penjelasan ini memberikan gambaran bahwa IALI merupakan organisasi profesi yang memiliki fondasi kelembagaan yang kuat, baik secara nasional maupun dalam kaitannya dengan pengembangan kompetensi profesi.
Pada bagian visi organisasi, Putri Saraswati Aryawan menekankan bahwa IALI Bali memiliki komitmen yang kuat dalam membangun profesi arsitek lanskap yang profesional, berwawasan lingkungan, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam beberapa arah utama, yaitu peningkatan kualitas profesi, penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor, serta kontribusi nyata terhadap lingkungan dan budaya Bali. Dengan demikian, IALI Bali tidak hanya berfokus pada pengembangan individu anggotanya, tetapi juga pada upaya memperluas peran profesi arsitek lanskap dalam menjawab tantangan pembangunan, pelestarian budaya, konservasi lingkungan, dan peningkatan kualitas ruang publik. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa IALI Bali memiliki posisi strategis dalam mendorong profesionalisme, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat luas.
Sebagai penutup, materi yang disampaikan dalam Sharing Session IAI #3 menunjukkan bahwa IALI Bali terus bergerak sebagai organisasi profesi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi media pengenalan organisasi kepada publik yang lebih luas, khususnya generasi muda dan kalangan profesional yang memiliki perhatian terhadap dunia arsitektur dan lanskap. Dengan semangat kolaborasi dan penguatan profesi, IALI Bali diharapkan semakin mampu mengambil peran dalam mendukung pembangunan lanskap yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpijak pada karakter lingkungan serta budaya Bali.
Kantor Utama, Jl. Ahmad Yani, no 36B, Denpasar, Bali.
Kantor pembantu sementara laboratorium studio arsitektur lanskap, kebun percobaan, FP Unud. Jl Pulau Moyo 16X. Denpasar, Bali.
© Copyright Iali Bali. All Rights Reserved. Powered By www.bangsamediabali.com